Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya

Spesies langka dan belum jinak

Pengikut

Rabu, 01 Februari 2012

Cara Mebuat Kamera Lubang Jarum

Apa sih pinhole Kamera? katanya sih pinhole kamera itu dikenal juga dengan istilah camera obscura atau “dark chamber”. Nah pinhole kamera adalah suatu alat penampakan sebuah benda secara optik didalam box yang tertutup atau ruang.  Pada salah satu sisinya terdapat satu buah lubang yang akan menghasilkan gambar yang ada diluar box pada sisi box secara terbalik malalui “rectilinear propagation of light”

bahan2nya:
1. kotak korek api = Rp 500,-
2. kaleng coca-cola bekas = Rp 5000,-
3. isolasi kabel = Rp 8000,- (itu udh bisa buat lebih dr 1 kamera)
4. roll film baru = Rp 20.000,- paling mahal Rp 25.000,-
5. roll film bekas/kosong = minta mas2 fujifilm
6. spiral yg buat ngejilid



caranya:
1. bikin frame di kotak yang dalam trus warnain item 
(lebar lobang framenya 2,4 cm)

2. bikin lubang berbentuk segi 4 di kotak bagian luar

3. gunting kaleng cocacola td kecil aja trus dibolongin pake jarum segede lubang jarum setelah itu dihalusin pake amplas

perhatian supaya gambar yg dihasilkan bisa fokus, kaleng ini diamplas ampe tipis setipis2nya, selain itu lobangnya juga jangan gede2, kecil aja yg penting bolong

4. tempel di bagian depan kotak korek api


5. bikin shutternya


6. bikin penanda bunyi klik

itung 2,4cm td itu ada berapa lobang. misalnya 7 lobang, jd pas muter filmnya nanti agan dengerin bunyi klik ampe 7 kali gt


7. masukin filmnya ke kamera
solasi ujung film dengan ujung film sisa pada roll yg kosong
masukin kayak gini
mesti di lakban biar cahaya ga masuk

8. bikin winder

9. jadinya gini

Cara Pakai:
itu shutternya dibuka aja tp tangan jgn sampe goyang
-klo utk cahaya terang outdoor kira2 dibuka 3-5 detik
-klo cahaya sedeng outdoor ya kira2 10-15 detik
-klo yang malam hari itu ada yg sampe 10-30 menit malah ada yg 1 jam hhehe
sebenernya itu tergantung sama gede lobangnya, jarak dr lobang ke film, dll banyaklah pokoknya

intinya rajin2 lah mencoba...


tar kalau udh abis roll filmnya dibuka aja solasinya trus gunting filmnya, sisain guntingan jgn pendek2 biar bs buat bikin kamera lg..
terus filmnya di cuci kira2 Rp 7000,-
gausah di cetak tp di scan ato di transfer hrs di lab.foto (fujifilm dkk) harganya ada yg Rp 500,-/gambar ada yg Rp 10.000,-/roll
lumayan drpd nyetak Rp 1000,-/lembar


JANGAN MEMBUAT LUBANG TERLALU BESARini jika lubang yang dibuat TIDAK TERLALU BESAR, gambar yang didapat akan lebih FOKUS




ini jika lubang yang dibuat TERLALU BESAR, gambar yang didapat akan lebih TIDAK FOKUS

Contoh Hasil Jepretan:

jadi deh KLJnya :D makasih udah mampir ke blog saya yang tidak karuan :) semoga bermanfaat ya !

Minggu, 29 Januari 2012

Menjaga agar kamera terhindar dari jamur-

Jamur pada lensa disebabkan oleh spora fungi. Spora fungi ada dimana2. Itu alami dan tidak bisa dihindari. Fungi2 yg pada umumnya yg menggangu lensa adalah fungi2 kelas zygomicota. Kebanyakan fungi tersebut hidup optimal pada range suhu daerah tropis (20-40 derajat dan kelembaban tinggi). Berikut adalah gambar siklus hidupnya:



Supaya spora tidak bergerminasi menjadi hifa pada lensa, maka siklus hidup yg harus kita putus adalah yg saya beri tanda merah.


Kondisi yg mempengaruhi spora untuk bergerminasi adalah sebagai berikut:

1. Temperatur
Temperatur sangat rendah atau sangat tinggi akan mencegah fungi berkembang. Perkembangan spora optimal pada suhu 30 derajat plus minus 5 lah. Yahh suhu hidupnya mirip2 kaya manusia deh. Di suhu tinggi seperti 40 derajat atau rendah seperti 10 derajat spora ga bisa tumbuh (tapi tidak mati). Untuk membunuh spora dibutuhkan suhu 121 derajat dengan tekanan 15 psi minimal 15 menit.

Saran: Untuk lensa jangan kita taro di suhu ekstrim. Nanti yang ada lensanya rusak. Biarkan saja pada suhu ruang, karena faktor berikutnya bisa kita atur sehingga spora gagal jadi hifa

2. Kelembaban
Kelembaban >70% mutlak dibutuhkan agar spora bisa bergerminasi. Lebih kering, spora akan dorman (tidak mati / hibernasi).

Saran: Karena di indonesia kelembaban rata2 tinggi, maka kita perlu menyimpan kamera dan lensa di drybox. Drybox bisa dibeli di toko2 kamera, atau bikin sendiri.

3. Ketersediaan Makanan
Untuk perkembangan, maka spora juga butuh makanan untuk menghasilkan energi. Tidak seperti tanaman, fungi tidak bisa berfotosintesa untuk membuat makannanya sendiri. Oleh sebab itu fungi sangat tergantung oleh ketersediaan makanan di sekitarnya. Makanannya berupa bahan2 organik.

Lensa yang sudah tua, tentunya akan mengumpulkan debu. Debu dapat berupa zat oraganik dan spora. Zat organik inilah yg dipakai oleh fungi untuk berkembang. Namun karena jumlahnya sedikit, biasanya fungi hanya berkembang sampai pada tahap hifa dan akhirnya mati karena tidak ada makanan yg mencukupi untuk mencapai siklus pembentukan sporangium. Sisa2 pertumbuhan ini kemudian menempel pada coating lensa sehingga jadi sulit dibersihkan. Lain cerita kalo spora jatuh pada roti. Fungi pasti akan berkembang subur hingga membentuk sporangium.

Selain debu, di telapak tangan kita pun terdapat "makanan" yg bisa digunakan untuk berkembang biak.

Saran: Kalo bisa hindari sering2 memotret tempat2 berdebu dan simpanlah lensa di dry box untuk menghindari debu dan menjaga kelembaban. Setelah pemakaian, tentunya lensa suka kotor kena sidik jari dll. Jangan lupa dibersihkan dengan alkohol (pelarut organik).
Lensa2 canon seri L tertentu udah whater sealed. Ini cukup memnbantu menghindari kontaminasi pada internal parts pada lensa nya.



UPDATE!!! FAQs mengenai jamur pada lensa.

FAQs
Q: Kalo udah jamuran parah bisa dibersihin ga?
A: Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ngebersihin lensa dari jamur itu susah dan tidak 100% berhasil. Tergantung tingkat keparahannya.
Jika jamur telah mengerak di lapisan lensa, satu-satunya cara membersihkannya adalah memoles ulang dan recoating elemen lensa yg terinfeksi. Ini adalah pekerjaan yang sangat khusus, dan tidak ekonomis. Tapi kalo lensa yg kena sebangasa 400mm f/2.8 IS boleh dipertimbangkan, tapi kalo lensa sekelas 50mm f1.8 ya mendingan dibuang aja. Sepertinya di indo ga ada yg bisa memoles lensa ulang deh. Kalo dibawa ke service center pun mereka sepertinya enggan. Takut alat polesnya terkontaminasi juga.

Untuk jamur yang sedikit dan letaknya di luar bisa dibersihin sendiri. Yaitu dengan mengelap lensa degnan alkohol isopropyl 96%. Kalo agak membandel boleh dicoba dengan campuran hidrogen peroksida 2% + amonia 4% + akuades 94%. Di lap pelan2. Masalah terbesar adalah kalo yg terkena elemennya dalam, ya harus dibongkar. Setiap elemennya biasanya kan ada "semen" / lem buat nempelin lensa ke housing nya, untuk melepasnya sih gampang. Cukup tinggal manasin saja. Tapi untuk masangnya kembali perlu seorang spesialis

Q: Denger2 pake disinari UV bisa mati? denger2 kalo disekap dengan silica gel bisa sembuh? dll
A: Benar. Secara fisiologis memang jamur bisa mati. Namun, "jasad" nya sering kali masih menempel di lensa dan mengerak. Jadi metode ini tidak 100% bisa berhasil.

Q: Kalo lensa sering dipakai rentan jamuran ga ya?
A: Yang bahaya itu lensa yg frekuensi pemakainannya lama, tapi frekuesi penyimpanannya juga lama. Misalnya 1 minggu dipake full, terus disimpan 1 minggu. Kalo nyimpennya bener sih ga apa2, tapi kalo penyimpanannya ga bener cepat jamuran.

Tapi kalo lensa tsb frekuensi dipakenya sering misalnya 2-3 hari sekali dipake dan konstan, dengan penyimpanan seadanya lebih ngga cepet jamuran.. Contoh nyatanya adalah kaca mata, dipakai tiap hari ga jamuran.

Q: Gimana cara menghidari spora2 nakal?
A: Spora ga bisa dihindari. Kita hidup berdampingan dengan spora. Namun kita bisa mengendalikan supaya sporanya tidak jadi jamur.

Q: Berapa kelembaban ideal untuk menyimpan kamera dan lensa?
A: Untuk menghindari fungi, simpan di tempat kering yg memiliki RH dibawah 70%.

Untuk menghindari kerusakan mekanik simpan di tempat yg memiliki RH diatas 30%

Idealnya peralatan disimpan pada RH berkisar 40-50%.



Sumber berasal dari Kaskus

Selasa, 17 Januari 2012

20 Tips agar foto makin "PERFECT"

Komposisi dalam bidang seni apapun adalah ibarat selera akan makanan, semua kembali ke preferensi  masing-masing. Namun begitu, ada beberapa panduan tertentu yang tak lekang waktu dan ikut di amini oleh mayoritas pelaku.
Duapuluh tips singkat komposisi untuk fotografi berikut disarikan dari beragam sumber tulisan serta buku fotografi dan semoga pembaca bisa menambah atau menguranginya dengan mengisi komentar di akhir tulisan. Isinya bukan aturan tapi panduan, karena sekali lagi komposisi adalah masalah selera.
  • Tarik perhatian ke arah subyek utama dalam foto. Manfaatkan warna, bentuk, cahaya ataugaris supaya foto tampak kuat dan menyedot perhatian2918681424_4ebd1a42dc_m
  • Sederhana, makin sederhana susunan foto anda makin kuat kesan yang ditimbulkan853806749_b775c85369
  • Kurangi elemen yang tidak seirama. Jika menurut anda ada elemen tertentu yang merusak irama dan keharmonisan foto, singkirkan – tutupi – atau pindahkan sudut pemotretan supaya elemen tersebut hilangistock_000009494535small
  • Penuhi seluruh isi frame dengan obyek utama. Kadang foto yang kuat kesannya adalah foto yang tanpa background sama sekaliistock_000010211189xsmall
  • Jangan biarkan ruang kosong mendominasi foto3909629229_bce2a169b5_m
  • Cek daerah disekitar garis frame, jangan biarkan ada tangan, kaki atau bagian penting obyek terpotong tanpa alasan kuat
  • Maksimalkan penggunaan point of view (titik pandang) yang menarik, jangan melulu memotret dari depan subyekistock_000003706484xsmall
  • Jangan lupa rule of third. Tarik garis imajiner yang membagi foto menjadi 9 bagian sama besar. Tempatkan obyek utama di persimpangan garis-garisnya2958127042_a5f79e9b29_o
  • Saat memotret orang, usahakan selalu agar mata berada diatas garis tengah fotoistock_000003558969xsmall
  • Bagian paling terang dalam foto adalah bagian yang paling menyedot perhatian mata. Taruh obyek utama disanaSandcastle on Morro Strand State Beach, with Morro Rock visible in background, after sunset 24 Aug 2009
  • Background lah yang memperkuat kesan. Jadi jangan biarkan background mematikan obyek utama. Baca lebih jauh tentang background disini.2985066755_a23e402f28_m
  • Memotret secara horisontal memperkuat kesan lebar dan secara vertikal memperkuat kesan tinggi
  • Tajamkan mata untuk mengenali pola yang berulang, manfaatkan 22348414_9769281ba9_m
  • Tajamkan mata untuk mengenali pola simetri, manfaatkan350058516_10387c7459_m
  • Leading line dan kurva-S selalu menyenangkan dilihatistock_000011126150xsmall
  • Untuk memotret anak-anak, jongkoklah. Sejajarkan kamera dengan mata mereka
    DSC_3897b
  • Hindari menaruh titik perhatian tepat ditengah-tengah foto
  • Hindari meletakkan garis horison tepat di tengah foto, usahakan horison ada di sepertiga atas atau bawah
    Delineated
  • Jangan biarkan garis horison menabrak bagian obyek yang penting
  • Cek, cek dan cek lagi sesaat sebelum memencet shutter. Pastikan apa yang tampak di viewfinder sesuai keinginan anda
    Hydrant
    widih banyak bannget -_-", yaiyalah wong copas,mana mungkin adminnya sampe senjlimet gitu :D, udah lah segini aja, kalo mau liat sumbernya ada disini

Minggu, 08 Januari 2012

Foto Makro dengan kamera Poket

Saya rasa banyak sekarang yang sedang membahas membuat foto makro dengan kamera SLR, jika anda tidak mempunyai kamera SLR tak perlu berkecil hati karena dengan kamera poket, kita juga bisa menghasilkan foto Makro (close-up) walaupun hasilnya tidak sebaik hasil dari SLR. Pengen tahu tips-nya? silahkan:
Gunakan Mode Makro
Pilih mode ini jika anda ingin memaksimalkan fitur makro yang sudah di setel oleh produsen kamera saku. Mode makro biasanya disimbolkan dengan ikon bunga di kamera anda. Jika anda memilih mode ini, anda memberitahu kamera bahwa anda ingin memotret dengan jarak fokus yang lebih dekat dibanding biasanya (jarak fokus terdekat biasanya berbeda dari kamera satu ke kamera lainnya). Mode makro juga berarti kamera akan memilih aperture yang besar, sehingga obyek dalam fokus akan tajam sementara background-nya sedikit kabur.
Gunakan Tripod
Meskipun anda hanya menggunakan kamera saku, tripod sangat membantu ketajaman foto makro anda. Selain mengurangi goyangan kamera, tripod juga membantu anda dalam membangun komposisi dan sudut pemotretan yang lebih oke.
Setting Aperture
Jika kamera saku anda memiliki fitur untuk mengubah setting aperture saat dalam mode makro, bereksperimenlah dengan mengubah besaran aperture – f/x. Pilih angka x yang besar jika anda ingin bidang fokus yang luas (semua tampak fokus), atau pilih x yang kecil jika anda hanya ingin bidang fokus yang sempit (sehingga area diluar titik fokus tampak kabur).
Fokus
Jika memungkinkan, gunakan setting manual focus, sehingga anda lebih leluasa menentukan dimana titik yang ingin anda anggap sebagai titik fokus. Biasanya dalam mode makro, settingan fokus manual akan jauh lebih mudah dilakukan dibanding auto fokus.
Komposisi
Baca lagi tips tentang komposisi. Usahakan anda menggunakan background yang simpel dan tidak terlalu sibuk sehingga foto akhir nanti akan lebih enak dilihat.
Lighting
Menggunakan flash di kamera saku justru akan menghasilkan foto yang tidak terlalu bagus. Matikan flash dan manfaatkan cahaya matahari tidak langsung, misalnya cahaya dari jendela atau saat mendung. Cahaya matahari langsung akan terlalu keras untuk kamera anda. Anda juga bisa memanfaatkan reflektor sederhana misalnya kertas putih, styrofoam atau alumunium foil untuk menerangi obyek yang terlalu gelap.
Gunakan timer
Manfaatkan timer yang ada di kamera saku anda sehingga gambar yang dihasilkan jauh lebih tajam. Saat jari memencet tombol shutter di kamera, maka goyangan kamera akan membuat foto anda tidak tajam, untuk itulah timer akan sangat berguna karena kita bisa mengaktifkan kamera tanpa harus memencet tombol shutter. Anda membutuhkan tripod supaya lebih enak dalam memanfaatkan timer.
sekian dari saya semoga bermanfaat :) Sumber bisa di lihat di sini

cara menghitung Shutter Count

Shutter count adalah jumlah total berapa kali shutter dikamera anda telah di pencet sehingga menghasilkan satu foto. Buat apa kita tahu jumlah shutter count kamera? Oke, beberapa keuntungan kita mengetahui shutter count kamera:
  • Kita tahu kira-kira sampai kapan kamera kita masih bisa berkerja dengan baik.Shutter count kamera sama halnya dengan hitungan berapa kilometer mobil/motor anda telah berjalan. Kerja mekanis kamera, seperti barang lainya, juga memiliki keterbatasan usia, sehingga ketika mencapai shutter count tertentu besar kemungkinan mekanisme fungsi kerja kamera akan terganggu (rusak). Sekedar tambahan singkat: saat kita memencet shutter, maka beberapa fungsi mekanis akan bekerja didalam kamera sampai kamera bisa menghasilkan foto. Fungsi mekanis ini tersusun atas beberapa komponen yang cukup ringkih dan tentunya memiliki batasan umur pakai. Standar kamera SLR yang baik adalah mencapai shutter count sekitar 100 ribu, jadi secara total kita bisa menghasilkan 100 ribu foto dari satu kamera SLR tanpa kamera mengalami kerusakan mekanis. Bahkan beberapa kamera kelas atas meng-klaim bisa mencapai 200 ribu shutter count tanpa mengalami kerusakan mekanis.
  • Sangat berguna saat kita akan membeli kamera bekas. Membeli kamera bekas adalah tindakan beresiko (makanya harganya jauh lebih murah), namun dengan mengetahui jumlah shutter count kamera yang akan kita beli, paling tidak kita telah meminimalkan resiko karena kita jadi memiliki ancang-ancang sampai kapankah kamera bekas yang akan dibeli bisa bekerja dengan baik, sehingga saat kita bisa menawar harga kamera bekas dengan lebih teliti.
Catatan: sebelum membahas shutter count lebih jauh, bagi anda yang belum paham apa itu EXIF, silahkan baca artikel ini

Cara Mengetahui Shutter Count

Lantas bagaimana kita sebagai pengguna awam bisa mengetahui berapa shutter count kamera kita? Ada beberapa alternatif, saya pilihkan beberapa yang paling gampang.
  1. Gunakan EXIF viewer online. Gratis, gampang dan mudah. Dengan cara ini, anda tinggal mengupload foto sampel dari kamera yang ingin anda ketahui shutter count-nya, lalu program akan menghitung secara otomatis berapa shutter count kamera anda. Buka website ini untuk mencobanya. Begini cara kerjanya:
    open
      • saat dialog muncul, pilih foto yang ada dikomputer, lalu klik OK
      • klik view image from file
    view
      • tunggu sebentar agar program bekerja
      • lalu akan muncul sederetan data EXIF
      • untuk mengetahui shutter count, tarik scroll bar sedikit kebawah, lalu lihat data yang seperti ini:
    count
    • shutter count kamera saya adalah (dalam contoh diatas): 26464, berarti kamera saya telah dipencet sebanyak -dua puluh enam ribu empat ratus enampuluh empat- kali saat menghasilkan foto ini
  2. Download program exif viewer. Kita bisa mendownload beberapa program khusus yang memang kegunaannya untuk melihat data EXIF. Beberapa diantaranya:
    • EOS Info, program ini sangat akurat untuk mengetahui shutter count kamera SLR Canon (EOS), hanya bekerja di Windows.
    • Opanda Exif viewer, program khusus exif viewer untuk Windows
    • Jika menggunakan Mac, anda bisa mendownload iExifer (harga Rp. 30 ribu) lewat Mac App Store atau untuk program gratisan, gunakan Simple Exif Viewer
Sekian dari saya semoga bermanfaat, Sumber Di Sini

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More